Ulang Tahun ke 59, Berikut Profil Menteri Keuangan Sri Mulyani, Pernah Hidup Pas-pasan

- 26 Agustus 2021, 10:19 WIB
Menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati /Antara News


PORTAL SULUT - Menteri Keuangan Sri Mulyani hari ini, Kamis 26 Agustus 2021 ulang tahun ke 59 tahun.

Tak banyak yang tahu, ternyata Sri Mulyani pernah hidup pas-pasan saat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia angkatan 1981.

"Bulan Agustus Tahun 1981, pertama kali menapak kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sebagai anak daerah yang lugu dan bahasa medhok, buta peta jalan Jakarta, naik Bemo dan mikrolet belum tahu harus turun dimana. Belum ada handphone dan Google map saat itu, namun selalu saja ada yang mau membantu.

Minggu pertama Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Salemba (Ospek). Digojlok dari jam 6 pagi hingga larut malam. Semua tugas senior, musykil dikerjakan. Setiap hari ada saja hukuman, jalan jongkok (squat jump), minum levertran yang amis (namun saya suka), masuk selokan, masuk kamar mayat, dst..dst penderitaan sangat panjang serasa tiada berakhir. Lomba olah raga volley, malam seni, majalah dinding, api unggun finale merekatkan pertemanan.

Baca Juga: BKN Sebut SKD CPNS di Tilok Mandiri Mulai 14 September 2021, Cek Rincian Pembagian Sesi Ujian di Sini

Lagu-lagu untuk membakar semangat: “Economy goes marching in..????…All I want to be that number..Economy goes marching in..????
Ada juga Lagu Sombong :
????..masuk saja Ekonomi..masuk saja Ekonomi..empat tahun jadi Sarjana, paling sial jadi Menteri..”????

5 tahun kuliah di Salemba UI, belajar dari teknokrat senior: Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, Prof Emil Salim, Prof Soemarlin, Prof Sadli. Ikut aktivitas Senat Mahasiswa Pekan Industri Rakyat (Kanira), Main Teater dua pementasan. Mengajar anak-anak TK sekitar kampus Salemba, ikut kompetisi Fakultas Ekonomi antara Kampus.

Lima tahun kuliah, bermain, beraktivitas, belajar menjadi manusia dewasa. Hidup pas-pasan, banyak hal bisa menjadi alasan untuk mengeluh, turun semangat, galau, marah, atau menyerah.
Namun kita selalu bisa memilih menjadi manusia positif, berteman tanpa memilih, kompak bersama, berusaha menjadi lebih baik dan terus maju kedepan.

“Jadi orang yang sabar, bersyukur, ikhlas dan jangan lupa sholat” Itu bekal nasihat orang tua saat melepas saya di stasiun Tawang Semarang menuju Jakarta, untuk mulai mentas hidup. 40 tahun lalu, apakah waktu panjang atau singkat, tergantung perspektif melihat hidup.

Seperti lagu “Today” by John Denver.
“A million tomorrows shall all pass away, 'ere I forget all the joy that is mine, today…”????????

Jakarta, 21 Agustus 2021 @smindrawati, Minggu 23 Agustus 2021," tulis Sri Mulyani dalam akun instagramnya

Baca Juga: Ada Ruangan Khusus Bagi Pelamar CPNS Positif Covid-19 Saat SKD, Suharmen: Sangat Tidak Nyaman

Berikut profil Sri Mulyani:

Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, Lampung, pada tanggal 26 Agustus 1962. Ia adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan, Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Ia menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.

Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.***

Editor: Harry Tri Atmojo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah