Canggih, Polres Bojonegoro Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan Dengan Robot

13 Oktober 2020, 15:55 WIB
/Dokumen Humas Polres Bojonegoro

 

PORTAL SULUT – Polres Bojonegoro di Jawa Timur membuat sebuah inovasi yang canggih untuk menindak para pelanggar protokol kesehatan di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini.

Lewat alat canggih bernama Bobota, mereka siap memberikan himbauan dan sanksi bagi masyarakat yang tidak mau patuh terhadap aturan tersebut.

Dilansir Portal Sulut dari Tribatanewsbojonegoro.com, di tengah pandemi Covid-19 Polres Bojonegoro melaunching inovasi berbasis aplikasi Information Technology (IT) yakni Robot Bojonegoro Tangguh (BOBOTA).

Baca Juga: Fenomena La Nina, Masyarakat Diimbau Waspadai Multi Bencana Hujan Deras, Gempa Hingga Tsunami

Robot Bojonegoro Tangguh atau BOBOTA ini di launching bertujuan untuk mendukung tugas-tugas Kepolisian di tengah pandemi Covid-19 ini. BOBOTA ini di launching oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan, SIK, MH di halaman Mapolres Bojonegoro, Selasa(6/10/2020).

Launching tersebut diikuti oleh Wakapolres Bojonegoro, Kabag Ops Polres Bojonegoro, para Kasat, Kasubbag Humas dan awak media cetak, elektronik, online/siber Pokja Polres Bojonegoro.

Seperti apa yang disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan kepada awak media saat melaunching BOBOTA di Mapolres Bojonegoro bahwa BOBOTA ini di buat untuk memanfaatkan era teknologi dan di masa pandemi ini BOBOTA bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan atau himbuan baik himbuan protokol kesehatan atau kamtibmas.

Baca Juga: Wow, Ini Cara Nikita Mirzani Rayakan Hari Tanpa Bra

Masih menurut Kapolres, BOBOTA ini merupakan produk asli dari anggota Polres Bojonegoro yakni Brigadir Nanang Saiful Hanafi dan berkolaborasi dengan anak-anak milenial juga asli Bojonegoro.

“BOBOTA ini asli buatan anggota Polres Bojonegoro yanik Brigadir Nanang,” ucap Kapolres kepada awak media.

Baca Juga: Ingin Jadi Ketua PBSI, 4 Syarat Ini Harus Dilengkapi

Lanjut AKBP M. Budi Hendrawan menjelaskan bahwa BOBOTA ini di dukung fitur-fitur diantaranya :

  1. Kamera ALPR (Automatic License Plate Recognition) : Kamera yang dapat mendeteksi tanda nomor kendaraan bermotor secara otomatis, merekam, serta menyimpan data nomor kendaraan bermotor. Sehingga pendataan plat nomor kendaraan dapat dilakukan pada saat kegiatan patroli, dan dilengkapi alarm apabila ada nomor kendaraaan yang masuk dalam blacklist.
  2. AI Camera (FaceMask Detection Alert) Menggunakan pemanfaatan AI dan IoT yang dapat mendeteksi setiap masyarakat yang tidak menggunakan masker dan dilengkapi dengan himbauan untuk penggunaan masker.
  3. Video Call merupakan salah satu fitur untuk berkomunikasi 2 arah antara masyarakat dan petugas guna untuk meminimalisir kontak langsung. Announcement Speaker dilengkapi dengan 4 buah speaker yang dapat digunakan untuk memberikan pengumuman, himbauan, dan juga play audio.
  4. Mobile Traffic Light yaitu modul lampu pengaturan lalu lintas 4 arah yang dilengkapi dengan extension ketinggian yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan.
  5. PTZ Camera 270ᵒ dan Camera 360ᵒ merupakan kamera yang dapat berputar baik 270ᵒ atau 360ᵒ yang bertujuan untuk mengetahui kondisi dari arah tertentu.

Salah satu fitur BOBOTA adalah bisa mendeteksi warga yang tidak memakai masker di tengah kerumunan massa serta dapat berinteraksi dengan warga. Warga yang terdeteksi melanggar protokol kesehatan juga akan ditegur secara langsung petugas melalui command center yang berada di Mapolres Bojonegoro.

Baca Juga: Pesawat Garuda Indonesia 'Pakai Masker' Karya Anak Negeri

“Fungsi BOBOTA yang sangat penting adalah melakukan perekaman data masyarakat yang melanggar ketertiban dan melanggar hukum,” tandas Kapolres.

Di tempat yang sama saat ditemui awak media, Brigadir Nanang Saiful Hanafi menyampaikan BOBOTA ini merupakan robot berbasis information technologi dimana banyak sekali fitur-fitur yang ada di BOBOTA. Robot patroli yang akan digunakan sebagai alat pendukung tugas Polri menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Dalam proses pembuatan BOBOTA, membutuhkan waktu sekitar dua bulanan.

“Alhamdulillah, bisa memberikan yang terbaik bagi Polres Bojonegoro,” ucap pria alumni SMA Negeri 1 Bojonegoro tahun 2006.

 

Editor: Ainur Rofik

Sumber: Tribatanews Bojonegoro

Tags

Terkini

Terpopuler