Ini Resiko Jika Terjadi Penebalan Pada Dinding Rahim, Wanita Perlu Mewaspadai

4 September 2022, 08:55 WIB
Ilustrasi. penebalan dinding rahim adalah hal yang normal, akan tetapi kelainan jumlah hormon menjadikan hal ini tidak normal /freepik/

 

PORTAL SULUT - Penebalan dinding rahim, dinding rahim atau endometrium salah satu dari sistem organ reproduksi wanita yang berperan penting saat siklus menstruasi dan kehamilan.

Dinding rahim memiliki dua lapisan jaringan yang menempel pada otot rahim, lapisan pertama umum yang tidak berubah, lapisan kedua bersifat dinamis mengandung banyak pembuluh darah.

Sehingga dapat mengalami perubahan dengan naik turunnya hormon estrogen yang meliputi penebalan dan luruhnya dinding rahim.

Baca Juga: Masih Sakit Asam Urat! Kata dr. Willy: Kompres Sendiri Dengan Ini, Rasa Nyeri Asam Urat Hilang

Dikutip Chanel Youtube Ummi Pintar, terjadinya penebalan dinding rahim adalah hal yang normal, akan tetapi kelainan jumlah hormon menjadikan hal ini tidak normal dan dapat memicu gangguan.

Salah satunya berisiko menimbulkan kanker rahim, penebalan dinding rahim atau hiperplasia endometrium yang berhubungan dengan tingginya kadar hormon estrogen yang tidak seimbang dengan hormon crown.

Pada saat ovulasi ovarium akan melepaskan sel telur dan estrogen, bila terjadi pembuahan antara sel telur dan sperma hormon estrogen akan membuat dinding rahim menebal.

Untuk penempelan embrio agar berkembang, jika tidak terjadi pembuahan hormon estrogen dan progesteron akan menurun.

Baca Juga: Peka Dong, Muncul 9 Gejala Ini Tanda Sakit Jantung Menurut dr. Ema Surya Pertiwi

Sehingga luruhnya sel telur dan dinding rahim, sehingga ini membuat rahim seperti semula, kadar estrogen lebih tinggi dibandingkan hormon progesteron.

Hal ini dapat memicu penebalan dinding rahim yang tidak normal sehingga dapat menyebabkan hiperplasia endometrium.

Biasanya kondisi ini menjelang menopause atau menopause mengkonsumsi obat pemicu naiknya estrogen.

Menstruasi tidak teratur spesies penyakit tertentu seperti diabetes dan obesitas seorang wanita yang memiliki penebalan dinding rahim.

Dan gejala yang kerap dialami antaranya, menstruasi yang lebih lama, jumlah darah haid keluar lebih banyak dari biasanya, siklus haid tidak teratur dan mengalami pendarahan.

Usai menopause akan berdampak serius pada kanker rahim dan ini harus segera konsultasikan kepada dokter agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Baca Juga: Bagaimana Karaktermu? dr. Ema Surya Pertiwi Sebut Kepribadian Dilihat dari 6 Bentuk Pusar Ini

Penebalan dinding rahim umumnya kelebihan hormon estrogen atau kurangnya hormon progesteron yang mana, dokter akan memberi obat atau edukasi agar kedua hormon ini seimbang.

Apabila dirasa hal ini berat tidak dapat disembuhkan dan terjadi sel ganas, jalan satunya pengangkatan rahim sehingga kondisi ini membuat wanita tidak dapat memiliki keturunan.

Itulah beberapa edukasi kesehatan bagi wanita mengenai terjadinya penebalan terhadap dinding rahim.***

Editor: Randi Manangin

Tags

Terkini

Terpopuler