Ini Ciri Gejala Campak pada Anak, Lakukan Pencegahan Ini Segera!

- 25 Januari 2023, 07:17 WIB
Ilustrasi campak. Ini Ciri Gejala Campak pada Anak, Lakukan Pencegahan Ini Segera!
Ilustrasi campak. Ini Ciri Gejala Campak pada Anak, Lakukan Pencegahan Ini Segera! /Pikiran Rakyat/Fian Afandi/

PORTAL SULUT - Orang tua wajib waspada jika anak anda mengalami gejala seperti ini. Kasus campak meningkat di Indonesia.

Itu sebabnya orang tua wajib mengetahui gejala awal dan pencegahannya.

Penting bagi kita semua untuk mengenal penyakit campak sejak dini. Sebagian besar masyarakat kita masih awam terhadap penyakit berbahaya ini sehingga diperlukan peran aktif masyarakat serta instansi terkait untuk terus mengedukasi dampak dan resiko yang bisa ditimbulkan campak bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Kasus Meningkat, Waspada Campak pada Anak, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Campak tergolong penyakit berbahaya dan menular yang dapat menyebabkan komplikasi yang berujung pada kematian, penyebarannya sangat mudah melalui saluran pernafasan.

Para orangtua sebaiknya waspada dan memahami gejala terkait penyakit ini agar segera bisa mengambil langkah-langkah penanganan.

Yuks simak informasi lengkap seputar campak berikut ini, sebagaimana disarikan dari berbagai sumber.

Apa itu penyakit campak?

Mengutip dari Mayo Clinic, campak atau tampek (measles) adalah infeksi pada bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh virus RNA - virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin - yang termasuk famili Paromyxavirus.

Penularan umumnya terjadi melalui percikan liur yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat ia bersin dan batuk. Siapa pun yang menghirup percikan liur tersebut akan tertular campak. Virusnya sendiri bisa bertahan selama lebih dari 2 jam di udara dan dengan mudah menempel pada benda-benda. Penularan virus ini juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh hidung, mulut atau mata setelah memegang permukaan benda yang terkontaminasi.

Virus ini mudah hinggap pada orang yang ketahanan tubuhnya sedang lemah, belum pernah terkena campak, dan belum pernah mendapatkan vaksin campak.
Setelah terpapar, selama 2-3 hari virus akan mengalami viremia primer, yaitu menyebar dari saluran napas ke seluruh pembuluh darah dan menginfeksi tubuh.

Faktor risiko campak

Mengutip Healthy Children, selain melalui paparan, berikut kondisi bayi atau anak yang berisiko terkena campak:
• Bayi di bawah usia 12 bulan yang tidak imunisasi
• Bayi belum mendapatkan vaksin campak
• Bayi yang tinggal di area pada penduduk
• Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif
• Perjalanan ke negara dengan tingkat campak tinggi
• Defisiensi vitamin A

Baca Juga: Penyebab Bayi Meninggal Dalam Kandungan, Apa Sajakah itu? Simak Penjelasannya hingga Selesai!

Gejala

Dilansir dari Mayo Clinic, gejala campak yang paling awal muncul adalah:
• demam tinggi hingga 40 Celsius,
• mata merah dan berair, dan sensitif terhadap cahaya
• Menyerupai gejala pilek seperti bersin, batuk kering, hidung beringus, dan sakit tenggorokan;
• sensitif terhadap cahaya,
• mudah lelah, Lemas dan letih;
• Tidak bersemangat dan kehilangan selera makan
• Sakit dan nyeri;
• Diare atau/dan muntah-muntah; dan

Dua atau tiga hari setelah gejala awal campak muncul, menyusul gejala selanjutnya, yaitu muncul bintik-bintik putih keabuan di mulut dan tenggorokan.

Setelah itu, muncul ruam berwarna merah kecokelatan yang diawali dari sekitar telinga, kepala, leher, dan menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam kulit ini muncul 7-14 hari setelah paparan dan dapat bertahan selama 4-10 hari.
Sementara demam tinggi akibat penyakit ini biasanya akan mulai turun pada hari ketiga setelah ruam muncul.

Setelah demam turun, bercak berubah menjadi cokelat kehitaman dan akan menghilang beberapa hari sampai minggu sesudahnya.

Komplikasi

Campak merupakan penyakit menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak, antara lain infeksi telinga, kebutaan, bronchitis, pneumonia, encephalitis (radang otak).

Komplikasi pada campak yang paling parah adalah bronchitis (mengganggu pernapasan) dan radang otak. Jika sudah sampai mengalami radang otak, biasanya penderita tidak akan bisa sembuh total dan meninggalkan gejala sisa seperti kecacatan.

Angka kematian yang disebabkan campak pun ada, yakni sekitar 0,2% dari kasus campak yang ada.

Berikut ini beberapa kalangan yang berisiko mengalami komplikasi, yaitu:
• Bayi di bawah usia satu tahun;
• Memiliki kondisi medis tertentu, seperti terkena penyakit kronis; dan
• Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pencegahan

1. Pemberian vaksin campak dan dilanjutkan dengan vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan rubella (vaksin MMR). Vaksinasi MMR diberikan dua kali. Pertama, diberikan ketika Si Kecil berusia 15 bulan dan dosis vaksin MMR berikutnya diberikan saat mereka berusia 5–6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar. Vaksin memiliki fungsi yang cukup penting dalam mencegah campak.

2. Membatasi bepergian. Pada orang yang terserang campak, disarankan untuk tetap di rumah sampai gejala mereda guna mencegah penularan penyakit.

Baca Juga: Kenali 4 Ciri-Ciri Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai Ini Sebelum Terlambat!

Pengobatan

Campak dapat sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa hari. Namun untuk membantu meredakan gejala campak, berikut ini perawatan yang bisa dilakukan:
• Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi;
• Batasi kontak dengan lingkungan sekitar
• Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masih sensitif terhadap cahaya; dan
• Minum obat penurun demam dan obat pereda sakit serta nyeri.
• Minum suplemen Vitamin A sesuai resep dokter

Kapan harus periksa ke dokter?

Segera hubungi dokter jika anak menunjukkan gejala-gejala seperti di bawah ini:
• Demam tinggi yang semakin parah
• Sulit dibangunkan
• Linglung atau terus-menerus mengigau
• Kesulitan bernapas dan keluhannya tidak membaik setelah Anda membersihkan hidungnya
• Mengeluhkan sakit kepala parah
• Mengeluarkan cairan kuning dari mata
• Masih mengeluhkan demam setelah hari keempat ruam timbul
• Terlihat sangat pucat, lemah, dan lunglai
• Mengeluhkan sakit telinga

Jadi, apa Sobat Sehatku masih ragu memberikan perlindungan vaksin untuk si buah hati? Yuk, vaksin anak kita sesegera mungkin!

Semoga artikel ini bermanfaat.***

Editor: Harry Tri Atmojo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah