Penyebab dan Gejala Kelumpuhan yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

27 Agustus 2022, 00:54 WIB
ilustrasi/ Penyebab dan Gejala Kelumpuhan yang Harus Diwaspadai Sejak Dini /

 

PORTAL SULUT-Gejala kelumpuhan tidak selalu melanda orang dewasa, karena kelumpuhan pada anak-anak dapat terjadi oleh berbagai penyebab dan kondisi.

Kelumpuhan sendiri dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu kelumpuhan monoplegia, kelumpuhan hemiplegia dan kelumpuhan paraplegia dan kelumpuhan tetraplegia.

Kumpulan monoplegia merupakan jenis kelumpuhan yang terjadi hanya di salah satu anggota gerak saja.

Baca Juga: Suami Makin Nempel, Cara Kencangkan Miss V Wanita Coba 6 Bahan Alami Ini

Kelumpuhan tidak hanya disebabkan oleh satu penyakit saja, gejala kelumpuhan dapat terjadi karena banyak faktor.

Dilansir Portal Sulut dari channel youtube halo sehat, berikut ini gejala kelumpuhan berdasarkan penyakit yang diderita.

1.Stroke

Gejala stroke ringan merupakan kondisi dimana peredaran darah menuju otak tidak normal atau terhambat.

Otak merupakan organ tubuh yang selalu membutuhkan nutrisi dan oksigen untuk bekerja.

Otak sendiri adalah pusat kendali semua sel dan organ tubuh agar setiap sel yang hidup bekerja dengan benar, sehingga sistem metabolisme tubuh dapat bekerja dengan baik.

Kinerja otak yang melemah akibat pasokan oksigen dan nutrisi oleh darah membuat perintah otak kebagian gerak tubuh terhambat dan gejala kesemutan timbul di bagian yang akan mengalami kelumpuhan.

2 Multiple sclerosis

Sistem kekebalan tubuh yang merupakan sel darah putih merupakan pedang bermata dua.

Sistem kekebalan tubuh dapat membantu membunuh virus, bakteri, maupun jamur yang mengganggu sistem metabolisme tubuh.

Sistem kekebalan tubuh juga dapat berperilaku sebaliknya dalam keadaan abnormal.

Kelumpuhan terjadi saat jaringan saraf rusak oleh sistem kekebalan tubuh sendiri.

Kelumpuhan pada kondisi ini ditandai dengan kondisi badan yang bersuhu tinggi.

Baca Juga: Nyeri Sendi Akibat Asam Urat Langsung Permanen, Hanya dengan Rutin Konsumsi 2 Bahan Herbal Ini

Seiring terjadi demam, maka kumpulan oleh sel darah putih menjadi lebih berbahaya dan beresiko tinggi.

3.Cedera otak

Kecelakaan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kecelakaan yang berhubungan dengan kepala dapat menyebabkan kerusakan pada organ bagian dalam kepala.

Saat terjadi kecelakaan, seperti benturan keras pada tengkorak, maka kemungkinan terjadinya gangguan kinerja otak, bahkan rusaknya sebagian dari otak bukan hal yang mustahil.

Otak yang mengalami kerusakan dan cedera dapat mengganggu sistem perintah otak terhadap bagian-bagian tubuh yang bergerak secara sadar maupun tidak sadar.

Jika otot bagian kiri terluka atau cedera, biasanya anggota gerak tubuh bagian kanan akan terjadi kelumpuhan, sebaliknya jika otak sebelah kanan terluka atau cedera, maka anggota gerak tubuh bagian kiri yang akan terjadi kumpulan.

4.Cedera tulang belakang

Tulang belakang merupakan area berkumpulnya seluruh jaringan saraf yang menghubungkan semua jaringan tubuh keseluruhan dengan otak.

Cedera yang terjadi pada tulang belakang oleh sebab apapun mempunyai kemungkinan mengganggu jaringan saraf yang ada di tulang belakang.

Cedera atau kerusakan pada tulang belakang memiliki risiko tinggi terjadi kelumpuhan.

Cedera tulang belakang memang dapat disembuhkan dengan cara dioperasi, namun operasi juga berisiko menimbulkan risiko rusaknya jaringan saraf yang terdapat di area tulang belakang.

Baca Juga: Pasangan Ikut Bangga! Wanita dengan 7 Tanggal Lahir Ini akan Membawa Keberuntungan dan Kemujuran Kata Primbon

5.Kanker

Kanker adalah salah satu kondisi abnormal pada suatu sel di dalam tubuh.

Jika sel tubuh berkembang melebihi yang lain, maka perkembangan yang tidak wajar ini akan menimbulkan masalah bagi tubuh di kemudian hari.

Kanker yang terjadi pada jaringan tulang belakang maupun pada otak, akan menyebabkan terganggunya sistem saraf yang berfungsi menyalurkan perintah otak kepada anggota gerak di seluruh tubuh.

Demikian penyebab dan gejala kelumpuhan yang harus diwaspadai sejak dini.***

Editor: Jaka Prasojo

Tags

Terkini

Terpopuler