10 Gejala Menopause Pria yang Wajib Diwaspadai, Nomor Lima Mengejutkan

20 Juni 2022, 19:00 WIB
Ilustrasi menopause pria /Pixabay/stevepb

PORTAL SULUT - Sebagian pria mungkin akan mengalami beberapa perubahan dalam perilaku hingga metabolisme saat memasuki usia 40an tahun atau awal 50an tahun. 

Perubahan yang dialami pria ini biasanya disebut menopause pria. 

Kondisi menopause pada pria biasanya menimbulkan beberapa gejala yang mungkin tidak disadari pria. 

Baca Juga: Ada Hewan Ini di Rumah, Buya Yahya: Jangan Kaget Jika Rezeki Lancar

Menurut National Health Service (NHS), istilah menopause pria sebenarnya tidak begitu tepat. 

Alasannya, istilah itu mengesankan gejala-gejala yang muncul disebabkan oleh penurunan kadar testosteron. 

Gejala-gejala menopause pria ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti stres, depresi, hingga kecemasan. 

Masalah psikologis yang muncul ini bisa dipicu oleh pekerjaan atau masalah pribadi. Seperti dilansir dari PMJ News yang dikutip dari laman Express. 

Berikut gejala menopause pria yang wajib diwasapadai; 

1. Depresi

2. Perut membesar

3. Disfungsi ereksi 

4. Perubahan suasana hati yang cepat hingga kecenderungan mudah marah

5. Kehilangan dorongan seksual 

6. Payudara bertumbuh (man boobs)

7. Penurunan energi

8. Insomnia

9. Konsentrasi buruk

10. Masalah daya ingat jangka pendek di usia paruh baya.

Adapun beberapa faktor gaya hidup lain yang dapat menyebabkan menopause pria adalah kurang tidur, pola makan tak sehat, serta kurang bergerak aktif. 

Konsumsi alkohol hingga merokok juga bisa berperan dalam terjadinya menopause pria.

Baca Juga: Amalan Ini Sebaik-Baiknya Ibadah! Dapat Ampunan dan Dijamin Masuk Surga, Wasiat dari Mbah Moen

Dr Eraim Chaudry menjelaskan, masalah hipogonadisme terkait usia atau late onset hypogonadism juga bisa menjadi penyebab munculnya gejala-gejala menopause pria.

Hipogonadisme, ungkap NHS, merupakan sebuah kondisi di mana testis memproduksi sedikit hormon atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali.

Hipogonadisme bukan kondisi yang normal terjadi dalam proses penuaan. 

Beberapa kelompok seperti pria obesitas atau penyandang diabetes tipe 2 lebih berisiko untuk mengalami hipogonadisme.

Untuk mendiagnosis hipogonadisme, pria perlu menjalani tes darah terlebih dulu. 

Bila defisiensi testosteron teridentifikasi, pria mungkin akan dirujuk ke dokter ahli endokrinologi.***

Editor: Muhamad Zakir Mokoginta

Tags

Terkini

Terpopuler