Ngeri! Begini Ciri-ciri Orang Terkena Ilmu Pelet Berdasar Primbon Jawa

- 24 September 2021, 05:14 WIB
Ilustrasi santet
Ilustrasi santet /Kellepics/Pixabay


PORTAL SULUT - Ilmu pelet masih marak digunakan pada zaman sekarang, bahkan terus berkembang.

Penyakit guna-guna ini apabila tidak disembuhkan, maka akan berakibat fatal dan merugikan kepada korbannya. Ilmu semacam ini juga terbagi dalam beberapa jenis, yaitu santet, pelet dan telung. Dan dilakukan melalui berbagai media juga seperti boneka, kain, gambar dan lain sebagainya.

Dalam Kitab Primbon Jawa ternyata kita bisa mengetahui beberapa ciri-ciri orang yang sedang terkena pelet.

Baca Juga: 7 Benda Pembawa Sial di Rumah, Segera Buang Rezeki Lancar Kembali

Seperti yang dikutip Portalsulut.com dari kanal Youtube milik ESA Production, berikut 8 ciri-ciri orang yang sedang terkena ilmu pelet.

1. Rasa cinta yang menggebu-gebu
Menurut Primbon Jawa, pertama biasanya orang itu mempunyai rasa cinta yang menggebu-gebu dan tidak wajar terhadap orang yang disukainya itu.

2. Memiliki rasa rindu yang menggebu-gebu
Selanjutnya yang juga merupakan ciri-ciri dari pada orang yang terkena ilmu pelet adalah memiliki rasa rindu yang menggebu-gebu dan ingin selalu bertemu dengan orang yang disukainya.

3. Hasrat untuk berhubungan badan jadi membara
Kemudian yang ketiga yang juga menjadi ciri-ciri dari pada orang yang terkena pelet adalah mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk berbuat mesum atau seks dengan orang yang melihat dirinya.

4. Sering sakit terutama di area kepala
Orang yang terkena pelet ini sering sakit-sakitan terutama di area kepala. Dan anehnya sakitnya hanya muncul setiap menjelang magrib sampai habis maghrib.

5. Sering menangis atau mengeluarkan air mata dengan sendirinya
Menurut Primbon Jawa, orang yang sedang dipelet kadang-kadang sering mengeluarkan air mata dengan sendirinya tanpa sebab apapun. Bahkan orang tersebut bisa sampai menangis-nangis.

Baca Juga: Kamu Pernah Alami Kedutan di Mata Kiri Bawah pada Jam 12 Siang? Begini Artinya menurut Primbon Jawa

Halaman:

Editor: Harry Tri Atmojo


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network